0

sebuah karya elfaqir

SEHARI TANPA DOSA



“Ya Allah !!!” seru Arif.

“Selamatkan aku, Ya Allah !” seru Arif dalam langkahnya.

…………..

Siang yang panas dan naas itu, Arif berlari kencang menghindari kejaran dari para warga yang berlari sambil berteriak lantang. Arif hampir putus asa berlari ketika merasa-kan sendi-sendi kakinya mulai tidak berfungsi dengan selayaknya, karena sudah hampir tiga jam ia berlari untuk berusaha keluar dari kampungnya tanpa berhenti. Tapi Arif masih terus berlari dengan payah. Sampai akhirnya Arif melihat sebuah bangunan yang belum selesai pembangunannya dari jauh dan menurutnya cocok untuk tempat beristirahat. Arif mempercepat larinya mendekati bangunan itu.

“Ya Allah, aku mohon Ya Allah !!!” seru Arif seraya terus berlari meregang ke-ringat yang merembes keluar dengan bergerombolan dari kulitnya.

Jarak Arif dengan bangunan itu sudah semakin dekat. Arif memperlambat langkahnya. Dia yakin bahwa dia bisa menjangkau bangunan itu. Namun tanpa diduga tiba-tiba Arif melihat sekelebat bayangan putih berjalan cepat ke arahnya dari depannya. Arif benar-benar memperlambat langkahnya dan berusaha untuk berhenti, namun sisa-sisa tenaganya masih memberi Arif kekuatan untuk terus berlari.

Dikirim pada 30 Juni 2009 di Ruang Ekspresi


connect with ABATASA