0
Dikirim pada 24 Juni 2009 di Ruang Ekspresi

Hatiku....

Wahai hatiku !...
Melihat dikedalaman hati tak jua aku mengerti gelisah diri ini
dalam hati kusebut-sebut nama-Mu, berharap Engkau sudi menatapku
hamba terhempas di kesunyian diri mencari mata air kesejukan
tuk mengusir dahaga jiwa merindu kekasihnya...

kosong apa yang kutatap ...
sunyi apa yang kudengar ...
lepas apa yang kujalani ....
biarlah rasa ...
tiada rasa ...
hilang rasa ...hanya-Mu
tiada yang lain
tak peduli yang lain…hanya-Mu
hilang diri…hanya-Mu
hati…hatiku
biarlah pecah asal-Mu mengisiku
pecahkan hatiku dengan keagungan-Mu


tak apa kata mereka ...apapun semuanya karena-Mu





Dia bukan manusia
Manusia bodoh....manusia dungu
berkata tanpa ilmu
berilmu tanpa hikmah
tanpa isi
ia senang mencemooh orang lain
sementara tak sadar kedunguan dirinya...hina dirinya
tak ada kemuliaan baginya
berbicara Tuhan hanya di lisan
berbicara Islam hanya tipuan
bukan buat dirinya tapi orang lain
berbuat baik hanya topeng
sombong aslinya
dungu sebenarnya
dia bukan manusia

 

Menulis Hujan
Selalu kulihat langit mencurahkan hujan
meski kutulis kalimat-Nya dengan tinta air hujan
tak kan habis...tak kan cukup
atau kutulis kekagumanku pada hujan
tak kan habis...tak kan cukup

Pada setiap tetesan ada kalimat-Nya
pada setiap gemuruh ada seruan perintah-Nya
pada setiap cetusan kilat ada kekuasaan dan keagungan-Nya
pada bumi yang basah ada rahmat-Nya

Bahkan bumi pun butuh minum
hanya Dia yang mampu memberi minum
Demi langit dan bumi serta segala isi keduanya
Kaulah Sang Maha Agung segalanya bagiku
Puji bagi-Mu atas energi hidup yang selalu Kau turunkan
Hujan kasih sayang-Mu

Muhammadku
Dari-Nya satu titik cahaya terpancar
menjadi matahari menjadi gemintang menjadi alam
bersemayam dalam nur muhammad
butiran kemilau mutiara asma-Nya

Mata tak kan sanggup memandang keindahan wajahnya
Telinga tak kan cukup mendengar keindahan sosoknya
Pikiran kan takjub pada kemuliannya
Hati pasti kan melebur dalam kerinduan padanya

Muhammadku dalam jiwa
Muhammadku dalam hati
Muhammadku di sekujur tubuhku

Memanggil-Mu dengan denyut nadiku
Muhammadkan aku duhai Cahayaku
Sirami aku dengan Cahaya-Mu
agar berjumpa muhammadku


Penuh Dosa
Oh Tuhanku dosaku melekat pada kulitku
bagaimanakah jika ia bicara tentang aku
Tak kan cukup air mata menghapus bayangan dosaku
Tak kan cukup sejuta istighfar menghilangkan salahku
Tak kan cukup sejuta amal menebus dosaku
Kecuali rahmat-Mu oh Rabbku

Mulia bukan untuk diriku
Pujian tak pantas bagiku
Tak kan mampu ku menutupi aibku
Kecuali rahmat-Mu oh Rabbku

Semua yang buruk ada padaku
Kotorlah aku
Kehinaan diriku di hadapan-Mu
Kecuali rahmat-Mu oh Rabbku

Demi langit dan bumi-Mu
Hanya kuburlah tempat yang layak bagiku
Rabb...Kusedih bila melihat Kau
Sedang memuliakan orang-orang yang Kau sayangi
Bagaimana denganku ?...


TERHEMPAS LAGI.....

untukmu yang selalu tertawa tiap hari
lihatlah dikedalaman hati dan jiwamu
pernahkah kau lihat sosok sejati dirimu ?....
sebab yang kau lihat pada cermin itu hanyalah
sebuah jasad yang kan mati menjadi bangkai

berbuatlah sesukamu...
berucaplah sepuasmu....
tertawalah....
menangislah...
tak kan ada arti bagimu...
jika kasih sayang-Nya tak menghampirimu
kau hanyalah jiwa yang terhempas
tertiup angin bersama debu duniawi

kemanakah tempat kembalimu ?....
atau kau memang rela jiwamu terhempas lagi ?...




BERSAMA AWAN......

Menembus relung-relung bayang-bayang waktu
semua yang ada berpencar berpadu pada yang Satu
nuansa warna indah terbias nampak di awan
kusematkan senandung pujianku
sembari pandanganku melukis diawan

Bersama awan yang bergerak perlahan
berzikir pula denyut jantungku
meski lisanku tak kuat menyebut keagungan-Nya

Bersama awan yang berarak
mengiringi segala gerak
air kehidupan yang tercurah
membuat segalanya menjadi anugerah
bersama awan....








 



Dikirim pada 24 Juni 2009 di Ruang Ekspresi
comments powered by Disqus


connect with ABATASA